Kamis, 21 Maret 2013

Aku Cinta Ayah

0 komentar


Telah Rapuh tulang-tulangmu
yang dahulu kau gunakan
untuk memberikan kami sesuap nasi
untuk menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarga

Kini… kau tak berdaya lagi melakukan semuanya
kini… kau hanya mampu memberikan kami nasehat
kini… kau hanya mampu mengucapkan doa yang tulus untuk kami
untuk anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
semua yang kau lakukan untuk hidup kami
semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun kadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Kadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Kini, kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikanmu…

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu
Izinkanlah kami untuk membahagiakanmu

Meskipun kami sadar
itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
dan kami sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…

Terima kasih ayah…
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
kini kami mampu menapaki hidup dengan doa dan kasih sayangmu…

Ayah…
Pernahkah engkau berpikir bahwa kau adalah pahlawan kami ?

SALAM TERANG
SYAHRIN KAMIL

Kata Bijak Tentang Cinta

0 komentar
Aku tidak peduli, dan aku tidak akan pernah peduli. Aku tidak tahu dan aku tidak perlu tahu karena aku tidak mau tahu tentang kisahmu hari kemarin. Yang aku tahu hanya tentang kisah hari ini, bahwa aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu.
(Syahrin Kamil)

Aku pikir yang hadir hari ini adalah masa depan, sedang tenggelam adalah masa lalu. Mari kita mulai untuk menjadi akhir.
(Syahrin Kamil) 

Akhirnya. Aku tidak perlu menyibukkan diri untuk membenci orang-orang yang membenciku, karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang aku cintai.
(Syahrin Kamil)  

Selasa, 19 Maret 2013

JEJAK PUISI.

0 komentar


Caramu ungkap adalah kata puisi.
Bahasa paling pribadi itulah puisi.
Tuturan paling personal itulah puisi.
Personifikasi paling otentik itulah puisi.

Hijan berlian bagimu.
Hujan berlian bagiku.
Bisa bermakna sama.
Bisa berbeda. Bagimu dan bagiku.

Tak ada yang keliru tentang itu.
Sebab puisi terserah apa kataku
Sebab puisi terserah apa katamu
Sebab puisi adalah kataku juga katamu

Dan kosongpun adalah puisi.
Tidak menulis apa-apa tentangku adalah puisi.
Juga tidak menulis apa-apa tentangmu adalah puisi.
Sebab bukan hanya gerak, diam juga puisi.
Duduk dan berdiri adalah puisi.
Berjalan adalah puisi.
Baring dan PULAS tiada gerak, juga puisi..

Rabu, 06 Maret 2013

JEJAK USANG II

3 komentar

"Pernahkah Kau Merindukannya''

Aku pernah menjejakimu,
Harap menumpahkan bongkahan gelebah hati
yang menyuruk berseling dengan kesangsian
yang menjadi bayang-bayang.

Membuat inginku mendekapmumu,
timbul dan kemudian tenggelam,
begitupun seikat mimpi yang pernah kutitipkan.
Aku hanya bisa pelototi titianmu sekarang,

mengacar kembali jejak usang
yang pernah aku kau tinggalkan.
Sebab aku merasa, dulu
kita menapakkannya dengan cukup dalam.

Barangkali saja jejak itu belum dangkal
dan akan kutemukan sedikit air hujan
yang masih menggenang tenang.
Aku mendiami sekali waktu,
Harap kau akan kembali barang sejenak

membasuh tangan pada genangan itu.
Lalu mengenang nasib waktu
yang pernah aku kau temui hari kemarin,
yang telah menautkan kelingking kita.

Dan kitapun membungkam dan bisu.
Pernah kau merindukannya?

JEJAK USANG

0 komentar

Sebuah Kisah Klasik

Tiba-tiba hati ingin mengenang kembali
Mengenang pertautan waktu yang pernah aku kau temui
Wajah aku kau masih terbayangi
Di pertigaan jalan persinggahan imajinasi

Waktu antara siang dan malam
Di sela pagi, senja dan malam
Bibir terus bersenburat senyum
Yang sesekali terselip keterasingan kelam

Jejak usang hari kemarin
Masih ada peluh aku kau di sana
Mengendap di antara jejak kaki kita
Melebur, menunggal dengan debu jalanan

Kini terdampal jejak kaki mereka
Yang dulu pernah aku kau maki
Kita tersungging bersama
Masih kah kau ingat itu ?

Menatap dunia yang gerah
Melihat dunia yang penuh kemunafikan

Pernah kau mengingatnya ?
Kau pernah berlari kencang nan megah
Aku pun mengejarmu
Hingga pertautan jari kelingking kita

Lepas pula dan berpisah
Pada pertigaan jalan kenangan itu
Ingin meramu kembali kisah usang
Tapi, jalan aku kau telah terpaut

Karena jejak itu telah usang

SK.

Selasa, 05 Maret 2013

SITI CERMINA

0 komentar
/Wanita High Class/

Namanya Siti Cermina
Tapi dia tidak pernah suka
Pada wanita yang berkaca padanya

Lihat saja dia..
Tubuhnya langsing
Wajahnya jelas ayu
Senymannya sudah jelas
Wah.. pasti senja kan terbelah

Juga tebal oleh balutan debu putih
Gayanya elegan tapi rada congkak
Apa tah lagi kala berdiri di hadapan pria

Anghkuhnya…. Ampunnn deh!
Di tubuhnya penuh berlian dan emas putih
Bahkan di giginya ha ha he he
Pakaiannya jelas bermerk

Tasnya saja berinisial LN
Lelaki kaya raya yang bisa mendekati dia
Bagi pria yang biasa-biasa saja
gigit jari saja, dah..!

SK

Senin, 04 Maret 2013

TANGISAN BIDADARI

0 komentar
=Bidadari tak bersayap=

Pungguk terus menjerit
Dewi malam tak pula menyapa
Bidadari tak persayap
Jua masih merindukan malaikat itu

Malaikat itu
Baginya bagai dewi malam
Memberi cahaya terang
Yang pudarkan kegelapan

Tak pernah lekang dirinya dalam hatinya
Karena baginya cinta abadi dalam hidupnya
Tak pernah pudar
Walau termakan waktu

Pintanya :
Jangan kau tiada
Karena aku tak kuasa
Tetap kau di sini
Jangan kau enyah

Kamil.s

Minggu, 03 Maret 2013

== SEKARAT ==

0 komentar
Semalam aku bagai tak bernyawa
Bagai seonggok mayat hidup

Tergeletak dan terbujur kaku
Tapi jiwa terus bergejolak

Aku diberi sebuah pilihan
Untuk kembali
Atau menuju kematian

Awalnya aku sempat memilih
Memilih utuk mati
Karena hidup begitu menakjubkan


Perlahan tampak
di sana putaran melodi cayaha agung
Menyapa jiwa

Itukah lidah api jahannam
yang kan membumihanguskan jiwa
Ataukah cahaya Firdaus
yang kan hangatkan jiwa

Entahlah ...

Hingga terlihat pada sobekkan
Kertas realita bahwa
Aku hidup kembali
Lepas jiwa bergejolak

Kamil.s



Rabu, 27 Februari 2013

‎== INDAH DI TAMAN ANGAN ==

0 komentar

Dalam malam buta
Berselimut awan hitam 
Dalam arakan tak henti
Seolah genggam kebenderangan malam
Hingga dewi malam enyah dari sana

Tak berwarna hanya gelap dan hitam itu

Gelisah menggelora ...
Ingin bercerita akan malam ini
Apa daya ...
Mulut terus membungkam
Tak sepatah kata pun terucap
Jemari seolah membeku
Dalam balutan angin berhembus

Kata dan kalimat hanya
mampu bercokol
Bertahan di taman angan
Indahlah di sana wahai keindahan

Akumulasi jarum merah di dinding itu
Terus berputar dengan megahnya
Tak peduli, tak menoleransi kehendak

Waktu memang terus berjalan
Hingga semua mata kan mengatup dan terpejam
Membawa khayal dalam lelap
Membawa khayal dalam mimpi

Ini takkan terlupa
Takkan hilang
Kau kan abadi di taman angan
Hingga jantung tak lagi berdetak
Bersama tiang pasak

Wahai kata yang indah,
Indahlah di taman angan

Kamil.s

Minggu, 24 Februari 2013

PAGI KUJELANG

0 komentar


Pagi indah ku jelang kembali
Hempaskan sepucuk malam berbalut sepi

Pagi indah ku jelang kebali
Hempaskan mimpi dalam lelap

Pagi indah kujelang kembali
Lupakan kenangan subuh berkokok

Pagi indah kujelang kembali
Gemersik dedaunan bak melodi luruhkan lara
Tetap menyanyi giringku pada kemenagan

Pagi indah kujelang kembali
Raja siang kan mendepak
Membelah cakrawala

Pagi indah kan tetap kujelang
Hingga maut merenggut jiwa

Kamil.s


FATAMORGANA

0 komentar
"Harap Tak Menyapa"


Awal hari dan akhir hari
Bahkan lelap dalam dekap malam buta
Hati, mulut bahkan segenap diri
Sujud dalam pinta

Tapi, seolah di malam buta
hanya kebisuan yang ku sapa
Diam, membungkam tak bersuara
serasa mengejar angin-Nya

Tetap pada diri
Ketidak pedulian ku sambangi
Terus mendekat, malah menjauh di sana
Serasa meneguk sebuah fatamorgana

Tetap bertahan menanti musim semi
Namun yang datang hanyalah musim kemarau
Masih bertahan pada titik ini
Namun yang ada hanyalah kemarau

Kemarau yang mendatangkan kekeringan
Keringkan segala harapan
Gugurkan segala pinta hati
Hingga segalanya layu, gugur dan mati

Kamil.S

Jumat, 22 Februari 2013

KU SAMBUT DEWI MALAM

0 komentar
 
Raja siang telah lama lenyap terbenam
Ke peraduan tak satupun salam
Bergilir tugas rembulan pucat kelam
Kusambut dirimu, duhai Dewi Malam

Buram pun tak selamanya kelam
Mungkin itu hanya kilau temaram
Tak berarti pula hanyut mencekam
Kusambut dirimu, duhai Dewi malam

Asaku terbentur hingga lebam
Menguak luka yang terbenam
Dalam pembaringan lengang anak-cucu Adam
Kusambut dirimu, duhai Dewi malam

Kan bertahta dengan megah di atas alam
Di balik awan yang hitam
Bersama kurcaci kecil kelap-kelip bintang malam
Kusambut dirimu, duhai Dewi malam

Kamil.S.

Kamis, 21 Februari 2013

MAKA LEBIH BAIK

0 komentar
Maka lebih baik
aku mengunci rapat mulut ini dan
tanpak seolah manusia bodoh

dari pada membual
dari pada berceloteh yang tampak
megah dengan kebodohan

Maka lebih baik
aku pasung kaki ini dan
tampak seolah manusia pincang

dari pada melangkah
dari berjalan dan berpijak
pada jalan-jalan yang salah

..................................................

maka aku buka mulutku
dan bersuara karena aku tahu
aku paham apa yang ku ucap

maka aku buka pasung
melangkah berjalan dan berpijak
karena aku tahu
jalanku jalan benar

aku
aku bicara
aku jalan
di sana aku merdeka
atau
di sana aku terjajah

ha ha ha
aku
tetap menikmatinya
karena aku ada di sana
karena aku ada di dalam

Kamil.s

KAUKAH DIA ?

0 komentar
Bukan !
Bukan aku tak mau kau
Tapi...
Aku cari dia bukan kau

Bukan kau mau aku ?
Aku mau bukan kau
Walau bukan mau aku kau
Kau mau aku bukan?

Tapi…..
Kaukah dia ?
Bukankah kau….
Walau ku mau kau
Aku tak bisa begitu

Karena
Mau aku bukan kau
Tapi dia aku mau
Kaukah dia itu ?

Kamil.S

DAN AKHIRNYA : "Jalan Kita Kan Berbeda Arahpun Tak Lagi Sama, Tapi Indah Kan Ada di Sana"

0 komentar
Satu saat kita mungkin akan berjalan sendiri
Bisa saja itu pasti, 
Di jalan atau arah yang sama sekali berbeda
Bahkan mungkin kita tak bisa melangkah

Engkau dengan jalan keramik putih mulus
Aku tersengal menapaki jalan berduri
Atau bahkan sebaliknya
Setidaknya itulah yang kerap datang dalam mimpi-mimpi kelabu kita

Saat itu adalah waktu
Di mana mana awal hari hingga senja yang kita impikan lewat begitu saja
Tanpa merah saga matahari, tanpa tempias hujan
Lengkap dengan lengkung pelangi di ujung cakrawala
Senja lewat begitu saja tanpa kita sadari
Karena kita masih saja sibuk berbicara tentang di awal hari hingga siang tadi

Tapi percayalah, kita akan selalu menengok
Melihat satu sama lain dengan sungging senyum elok, dengan binar mata ceria
Kita juga saling menyapa
Kita juga saling menegur, meski sedikit berbeda
Tetap ada bicara,
Bicara yang tak hanya sekadarnya

Percayalah, kita akan tetap bertukar kehangatan pada perjalanan siang itu
Percayalah, kita akan tetap bertukar cahaya pada perjalanan malam itu
Meski hanya saling meminjamkan geretan
Untuk bara dian yang padam tertiup alunan sang bayu
Atau, berbagi teguk air terakhir di penghujung jalan itu
Percayalah, kita akan tetap begitu

Jalan kita kan berbeda
Arah pun tak lagi sama
Tapi indah kan ada di sana

“Selamat pagi di negeri tujuan”
Kata-kata itu juga yang akan kita saling ucapkan di ujung jalan
Karena di sana, kita akan tetap saling bicara, bukan hanya sekadarnya
Tentang menu makan hari ini, tentang lagu dan puisi,
Tentang segala hal yang belum tuntas kita bahas dalam perjalanan

Kita masih saling bicara dari halaman rumah masing-masing, yang tersekat pagar tak tampak
Pembatas yang sepakat kita bangun bersama dari arti sebuah kepercayaan dan kejujuran

Percayalah, walaupun jalan kita kan berbeda
Percayalah, walaupun arah kita tak lagi sama
Tapi indah kan tetap bersama kita.

Kamil. S

PUISI UNTUK SAHABAT

0 komentar
sahabatku
meletakkan aku dengan nyaman di sisinya
ia tak pernah memaksaku membicarakan setumpuk hal bersamanya
atau melakukan sejuta skedul dengannya
ia tak memintaku melakukan hal yang diinginkannya

ia juga tak menghakimiku untuk salahku
duduk diam di sisinya pun cukuplah
karena hati berbicara
tak perlu mulut berbuih untuk semarakkan hari

karena waktu tetap istimewa jika aku dengannya
aku tak perlu mengunci hatiku
berdagang senyum untuk lukaku
aku tak perlu hiburan dari mereka untukku

dekatnya dalam diam cukup mengobati lukaku
aku tidak butuh harta karun yang berlimpah
atau bertumpuk-tumpuk bongkahan emas
hanya untuk mempertahankan sahabatku

karena aku tahu
aku tahu ia tetap duduk menemaniku dalam diamku
bersama menikmati setiap awal hari denganku
karena aku tahu
ia selalu berjalan dan bertahan melawan hari denganku

hingga kami bersama menikmati akhir senja di lengkungan cakrawala itu
kami terus menikmatinya
walau hari tak begitu berwarna
walau bukan sofa yang empuk mengalasi duduknya
kami terus menikmati hidup
karena kami ada di sini
terlebih karena ia sahabatku

kadang aku bertanya dalam hatiku
sudahkah aku menjadi sahabatnya?
sudahkah aku mengenal hatinya
hingga dalam diam pun aku tahu ia bicara

bahwa kami adalah sahabat
kalian sahabatku
kalian sahabat terbaikku
kalian sahabat terhebatku

perpisahan itu mungkin
sudah diambang pintu
berpisah untuk menang dan melanjutkan mimpi
mimpi yang ia aku rangkai bersama dulu

hari sebelum kemarin ia aku asing
hari kemarin ia aku kenal
hari ini ia aku, kami sahabat
hari esok kami sahabat yang mungkin terpisah
inilah jalan-jalan kita

tapi aku yakin, ia yakin kami yakin kami akan berkumpul dan bersatu bersama di keabadian

salam

Kamil.s

KARENA PUISI ADALAH

0 komentar
Angan terus menjelajah dengan megahnya
Terus berjalan tanpa henti
Seolah tak ada onak dan duri dihadapnya
Semuanya lenyap
Terus mencetak kata dan kalimat
Yang digores oleh jari di kertas diary ini
Hadir hasil kalimat-kalimat megah
Teruslah berjalan
Tidak hanya sebatas itu

Karena puisi adalah
Bukan sekedar kata dan kata
Bukan pula, sekedar buah inspirasi penuh kalimat kalimat megah
Karena puisi
Tak hanya bersanding kesal atau emosi
Tak jua serupa pantun pantun berirama

Karena puisi adalah hatimu
Adalah kalung mutiara dirimu
Adalah pucuk pucuk pohon seirama dirimu
Adalah kicau burung yang seirama dengan lirihmu
Adalah langit yang seirama dengan anganmu

Karena puisi adalah kekayaan hatimu
Puisi bercerita tentangmu
Puisi bercerita tentang dunia yang ingin kau peluk
Puisi bercerita tentang hatinya yang ingin kau peluk
Puisi bercerita tentang Tuhan yang ingin kau sentuh
Puisi bercerita tentang mimpi yang ingin kau raih
Puisi bercerita tentang segala anganmu

Karena puisi adalah hatimu
Maka katakanlah
Berribu Makna yang kau tahu
Dan katakanlah
Berjuta makna yang kau tahu
Bergenggam pinta yang telah terabaikan
Indahnya cinta, yang terus kau cari

Dan berteriaklah ..
Bila lembaran lembaran diary milikmu tak mampu kau mainkan lagi
Dan bebaskanlah
Karena puisi adalah hatimu
Puisi tak pernah terpenjara
Puisi adalah milikmu

Kamil.s

MALAM UNTUK PAGI

0 komentar
=== ....................... ===

Indah nian malam ini
Bintang gemerlap sanding rembulan
Lelapkan jiwa-jiwa yang lelah

Dalam mimpi kan terurai
Cerita tentang sinar rajai hari
Tentang awan senja 
Yang hanya mengeram di retina

Tentang pelangi
Membentang melengkung di cakrawala

Hingga jiwa kan terbangun
Bersanding mimpi kan terwujud
Pagi berkokok
Awal hari kan tersenyum

Bersama mimpi

Kamil.S

DUNIA YANG TERDIAM

0 komentar
Hari dunia pagi ini
Tak begitu bersuara
Meski harus aku menggonggong
Bak longlongan anjing di malam buta

Hari dunia pagi ini 
Tak begitu bersuara
Hanya sekedar desahan
Dedauan ranting di pohon itu

Dan kini dunia lain tampak di hadapanku,
Dunia aku tak tahu akan arti waktu,
Kisah hari kemarin masih terlintas
Jelas seperti pelototi sinetron itu ruang gelap nan hampa.

Hingga diriku tak tahan
Tuk renggut sukma jiwaku
Dulu senyum manis kau ukir untukku
Kini hanya mampu tertunduk lesu tak bergairah.

Kristal dan sayup matamu
Buat duniaku jadi temaram.
Akankah aku berani melangkah,
Akankah aku mendekap, meyakinkanmu?

Aku tak tahu dan sepertinya aku pun tak kuasa merangkai kata
Melihat dirimu seperti ini saja cukup buat nyaliku hilang
Bak irama piano lagu senduh yang terhenti di tengah megahnya orchestra
Sesuatu itu terhenti dan hanya diam.

Angkuhkanlah dirimu, busungkan dadamu seperti ksatria gagah berani
Dia ingin kau tak layu
Sirnakan embun kepedihan yang goreskan luka dihati,
Jangan biarkan de javu itu hanyutkanmu.

Tatap aku dan lekatkan pandanganmu
Aku dan kau tak harus seperti ini,
Merasa tersesat di kota keabadian
Cukup pahami aku dan kau

Tak mungkin membuat matahari terbenam di ufuk timur
Bicaralah dan aku akan mendengar
walau desiran keheningan
yang kau ciptakan dan semua terhenti

Kamil.s

LORONG HITAM

0 komentar

Lorong-lorong hitam itu
Tumbuh di kepalaku
Dan lorong gelap itu
Tercipta di busung terdepanku

Lembab dalam hening malam 
memucat, sunyi, sepi, senyap
Memerah pada bibir kelu 
penuh luka berdarah

Entah kapan mulai aku
terbata mengeja bebait do’a
Aku terlahir dari setetes zat hina dan sebercak noda
Berujar muak akan lelahnya menyapa dosa

Semalam jiwa bergumul
dalam telanjangnya topeng diri
Seperti apa kelak ku asuh
rumah-rumah tak berpintu itu?

Lorong-lorong hitam mengusung takdir
Kususurinya dalam diam membuncah
Lenguhkah yang membuatku berani menamai hidup
Ataukah takdir tertulis yang hendak ku bentak?

Aku hanya setitik cahaya,
Hidup dari rindu-rindu semalam tanpa nama
Bermimpi dari sebait rayuan,
lalu dihantam nyata

Tak ada arah untuk nista
Tak ada arah untuk dusta
pada raut muka, selain percaya...
inilah hidup yang dipilihkannya

KAMIL.S

Senin, 11 Februari 2013

== KAU KAN MERAJAI DUNIA ==

0 komentar
Tuhan...
telah meredupkan kembali
hari dunia yang melelahkan
jiwa-jiwa yang lelah kan pulas dalam mimpinya

hari dunia kan terbenam
di barat yang memerah saga
langit pun kan tenggelam
dalam nyanyian malam kita

dunia kan terlupa kembali
kan merangkai mimpi
dalam pulas yang panjang
hingga mimpi kan terbit kembali

bersama jiwa yang tegar
tegakkan pundak penopang
kepakkan sayap di awal hari
hingga kita kan merajai hari

Kamil.s

Jumat, 08 Februari 2013

=== MELAWAN DUNIA ===

0 komentar


...dan aku masih menegakkan kedua kakiku menyusuri jalan-jalan ini
...jalan-jalan yang tak pernah aku tahu dan takkan pernah aku tahu muaranya
...jejakku terus mengekori langkah-langkah ini
...tak peduli panas membakar melewati ke dua telapak kaki
...terus melangkah dan menapaki jalan-jalan misteri ini
...dan langkahku tak berhenti di sini

Kamil. S

=== KU TAKKAN MATI & MATI ===

0 komentar
Kutatap langit pagi yang tenang
Yang tak kan pernah menangisi megahnya siang
Dan ku tetap teguh berdiri melawan hari
Kuakan berarti dan ku takkan mati

Meski siang berusaha kan mendepak
Pagi yang cerah di ufuk
Masa hariku kan berlalu mulai kini
Dan hatiku tak berbentuk lagi

Hingga rasa ini takkan terobati
Matipun takkan mengobati
Hingga raga tak merasa mati juga jiwa
Dan akhirnya jiwa raga kan mati olehnya

Kamil.s

CERMINKU

0 komentar
Selalu saja ada yang salah kala aku bercermin. Mesti ada yang kurang pas. Meski itu dilakukan berkali-kali. Aku tahu kaulah cerminku hari ini, esok dan hari-hari selanjutnya. Tapi, aku tanya pada kau cerminku. 
“KAU KENALKAH AKU ?”.

Adakah yang sedang aku kenakan adalah topeng, atau make up yang terlampau tebal, atau justru alami tanpa hiasan. Atau malah bukan wajahku.
Cermin “KAU KENALKAH AKU ?”

Aku tahu kau adalah cerminku. Kau taukah bagian yang terdalam dari diriku. Seberapa lama kau bersamaku ? Akankah kau jawab itu. Apa aku harus berteriak di kupingmu kalau aku bukan pedagang wajah. Apa aku harus berteriak dikupingmu kalau aku bukan pedagan lakuan.
Cermin “KAU KENALKAH AKU ?”

Wahai cerminku, kaupun tahu bahwa yang kau lihat dan yang kau gambarkan hanyalah “drama”. Apa kau sudah lupa itu ? Apa kau pura-pura bego ataukah kau emang bego ? Wahai cerminku aku tahu dan aku paham seberapa penting sikap dan lakuan bagi sang pemiliknya. Kau mungkin tak perlu mengajariku.
Cermin “KAU KENALKAH AKU ?”

Kamil. S

KENALKAH KALIAN PADA DARA ITU

0 komentar
kenalkah kalian pada dara itu
yang wajahnya tampak manis pula suaranya merdu
ke dia mana pergi, rembulan kan menari
hadirnya dia, lengang pasti kan pergi

dara itu sanggup memberi jika dan tanpa kau pinta
akan cebisan akhir rotinya walau engkau siapa
tiada balasan melainkan satu
kau sudi mencintanya ke akhir waktu

kenal atau tidak kau akan dara itu
yang senyumnya ceria menutup sendu
taukah kau tentang angannya yg tembus ke tujuh langit
sedarkah kamu akan hatinya yg merintih sakit

semua berceloteh ‘akulah temannya’ ‘akulah sahabatnya’
namun hakikat kenalkah kau dia
apa kau tau yang candanya nan riang
sekadar luaran yg tentunya jelas di kala terang

ku harap, taukah kau yang di balik segala
di sudut malam, kala bulan berselimut awan hitam, setelah habis semua ketawa
sendiri dara itu mengalirkan kesepian
lewat dua bola mata bundar yg asalnya kau kira menawan

hadirku perikan kisah dara ini
yang di sekian gelap jiwanya bernyanyi
menzikir nama kekasih yang tak pernah wujud
menanti kehadiran seorang pecinta zuhud

dia ingin disayang dia mau dikasih
dia hendak dimanja diulit cinta bersih
namun tahukah kamu keinginannya
atau sudahkah manis bicaranya buat kau buta

pintanya untuk ketemu di surga Illahi
bosan banget dengan segala topeng hipokrasi
yang dia pakai sekian lama membahagiakan manusia
selain dia selain dirinya

kenalkah dikau pada kepenatan semangat si dara manis
terlalu penat sehingga akalnya mengeluh sadis
zahir dia punya ramai taulan berjuta teman
hakiki, di ujung malam tetap dia sendirian

biar aku kabarkan padamu
dara itu sedang sentiasa menunggu
datangnya satu adam yg bisa merangkul jiwanya
dan membawanya pulang ke kampung asmara

kau takkan kenal dara itu
karena dia cukup lihai untuk kau dia tipu
kau takkan tau karena dia malu menunjuk kosong hidupnya
kau takkan bisa karena kau takkan mau percaya

di balik senyum manis yang terlukis indah pada si wajah
terselubung satu tangisan yang tak pernah sudah
di antara tawa yg dia unjuk untuk kau puja
ada wujud rasa bohong yg entah bila akhirnya

kenalkah kalian padanya
dara yg mencintai semua kecuali dirinya
kenalkah kalian pada dara itu
dia ada di sini hanya kau tak pernah dan takkan pernah tahu.

Kamil.S

Senin, 04 Februari 2013

MENDUNG TENGGELAM

0 komentar

Hitam awan menahan laju sinar mentari,
Tapi, terang itu takkan tenggelam,
Terus ada walau kian memudar.

Ku nanti hujan sembari menuang emosi,
Menggali kata yang hitam,
Terpadu irama melodi, terlantun indah.

Cipratan hujan masih ku tunggu,
Pekatnya mendung masih ku harapkan,
Nurani meronta membuka jendela cakrawala.

Ku kenal putih dan hitam,
Ku pahami gelap dan terang,
Ku maknai benci dan sayang,
Tapi irama syairku kelabu

Kamil.s

SAATNYA UNTUK HILANG (Jilid II)

0 komentar
Bagiku dunia hari ini begitu tak berarti
Tak berjalan cepat seolah tak peduli
Lambat laun aku bertahan dengan hari ini
Hari yang takkan pernah berakhir menurutku

Semua telah berubah dengan akumulasi jarum merah
Setiap detik berharga bagiku
Waktu pun ingin aku ubah, tapi apa daya
Kembali tertawa
Ha ha ha ha ...

Mungkin aku gila
TIDAK !
Aku hanya bisa menjerit, meringis dan meraung
Aku tak bisa...
Maafkanlah diriku, semoga sudi
Atas khilaf yang ku ukir

Aku berjanji akan melepasnya,
Dengan senyuman yang akan dia ingat
Dan kan kau kenang sampai jantung tak berdetak bersama tiang pasak
Selamanya...

Semua telah berubah dengan akumulasi jarum merah
Setiap langkah jarum itu berharga bagiku
Waktu pun ingin aku ubah, tapi apa daya
Kembali tertawa
Ha ha ha ha ...

Mungkin aku gila
TIDAK !
Aku hanya bisa menangis
Aku tak bisa...

Satu pintaku
Lupakanlah semua kenangan hari kemarin
Hancurkanlah semua mimpi-mimpi
Jangan pernah kembali
Dan takkan pernah kembali
Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan
Biarlah semuanya terlepas dan terhempas
Hingga terkubur di liang kesakitan
Dan karena ku ingin
Pergi, hilang dan melupakan
Selamanya....

Kamil.S

SAATNYA UNTUK HILANG

0 komentar

Detik melantun dalam irama lara
Saat dimana kuharus menuntaskan asa padaya
Ketika tersibak kisah ini pada hamparan lain
Yang sebelumnya telah dia sambangi penuh kasih.

Jarak kamipun kian terhempas dan terlepas
Mengurung kisah dalam tebaran kristal dari mata
Mengusung keranda cinta pada tiang pasak
Kami hanya bisa terdiam…. Diam…. Diam…. dan membungkam....

Dia ungkap hidup tanpaku hampa
Benarkah?
Kuludahi hampanya dalam pekat
Sebab dia tidak akan pernah hampa!

Andai aku memutuskan tuk pergi
Tak terkisah betapa lega hatinya…
Tak terkira betapa senyuman itu dia ukir...
Tak terkisah betapa bahagia dirinya

Dan aku disini bagai seonggok bangkai hidup…

Kamil.s

Selasa, 22 Januari 2013

DUA PEKAN YANG INDAH (di Desa Bone-Bone)

0 komentar
….. ketika aku bersama kalian
Dalam suka dan duka
Dalam kemudahan dan kesukaran.
Sungguh kebanggaan tak berbatas bagiku bersama kalian
Tawa lebar maupun derasnya tangisan
Aku jua kalian lukiskan dalam waktu empat belas hari
Semua kita lalui bersama
Dalam sebuah keluarga yang beragam
bak sebuah tubuh kita satukan perbedaan

Tapak kaki perlahan menjajaki dan menjelajahi Negeri itu
Dan lalui rintangn kehidupan bersama
Bukit dan gunung-gunung serta curamnya jurang
pun semuanya terlewatkan dengan mudahnya

…. kita belajar bersama
Penuh semangat dalam menempuh tujuan mulia
Dan saling lengkapi akan kekurangan yang lain
Untuk capai kekompakan dan persatuan
Segala semak belukar sudah kita lalui
Luasnya laut kita seberangi bersama
Tuk capai tujuan yang sama

.... Hai kawan tentunya kalian masih ingat
Mungkin masih merasakan betapa dinginnya negeri itu
Suhu 5 derajat pun terlewatkan di malam yang hitam
Kala itu rongga-rongga kehangatan seolah disesakkan dinginya malam hitam yang mencekekam.
Tapi, semuanya jua terlewatkan dengan indah

Kita sudah menang sekarang,
Dan harus lanjutkan permainan kehidupan ini
Walau saling menempuh jalan berbeda
Namun kenangan manis takkan pernah terlupakan
Kenangan kala kita berada di NEGERI ATAS AWAN (Desa Bone-Bone)
Kenangan terindah bersama kalian dalam arungi samudra kehidupan
Naiki perahu buatan sendiri dengan kayu yang sama
Perahu dari sebuah bahtera yang kita naiki dahulu
Yang kita pakai tuk mengejar cita-cita bersama

….. kita menjadi keluarga kawan
Pahit manis kita rasakan
Baik burukpun kita saling tahu
Dan takkan ada yang dapat pecahkan kita
Hanya mautlah yang memisahkan kita

Namun ku yakin esok kita kan bersatu kembali di Keabadian


Kamil. S

Senin, 31 Desember 2012

:: CATATAN DI AKHIR SENJA 2012 ::

0 komentar


Minggu, 30 Desember 2012

KEBENDERANGAN KAN DATANG

0 komentar
Kala malam semakin larut
Warna juga seakan menghilang
Hanya gelap itu
Angin bertiup tak berarah namum belaiannya bisa mendamaikan

Sesekali dan bertahan.
Sial ... !
Kami terpaku di dalam kesunyian
Terdiam menatap ilusi kesendirian
Jiwa kami seakan terbiar dan terhempas dalam kehampaan

Kebekuan jiwa menjelma
Kedinginan nurani selalu menemani
Kami merindu tentang kehangatan
Kami bermimpi tentang keindahan

Saat tirai kebimbangan mulai tersibak
Fatamorgana menjauh dari realita
Hingga tersingkaplah kebenderangan
Makna kedamaian yang hakiki

Rabu, 26 Desember 2012

CITAKU ADA DI ATAS

0 komentar
Siang ini tak berwarna
Hanya terang itu
Kadang mendung
di Langit Tuhan awan hitam kelabu juga putih
Lari berarakan tak tentu arah.

Angin berlari jua berkejaran
pula tak tentu arah
utara, timur, selatan, barat..
Terkadang diam

Mata...
Memandang tak berbatas
Anganpun bergegas untuk mengayunkan langkah perdana

Iya...
di atas sana
Kami gantung cita kami
Insya ALLAH,
akan ada waktunya itu semua ada di genggaman kami

Kamil.s with Muh Ibrahim SaNd

Rabu, 19 Desember 2012

ARTI KATA ...

0 komentar

Kata adalah gabungan dua atau lebih dari huruf

Kata adalah harapan

Kata adalah cita-cita

Kata adalah ungkapan hati

Kata adalah suara hati

Kata adalah masa lalu

Kata adalah tentang hari ini

Kata bukan hari esok

Kata adalah lukisan setiap keadaan

Karena setiap kata adalah hidup

Karena setiap kata adalah setiap hembusan napas

Karena setiap kata adalah do'a

Dan...
Karena rangkaian semua kata
adalah cerita hidup

Tuhan ...
Jadikan setiap kata yang terrangkai dalam hidupku adalah do'a-do'a terbaik

Tuhan ...
Jadikan setiap kata dalam hidup ku terangkai agar selalu tunduk pada Mu,

Tuhan ...
sempatkan aku mengucap kata terindah untuk Mu
diakhir hari-hariku di dunia fana Mu
diakhir denyut jantungku 
diakhir segala kehidupanku
kala jiwa terbujur kaku bersama tiang pasak

Kamil.s
 

SIMFONI HUJAN

0 komentar
petang kemarin aku di kampus ungu.
di teras jurusan duduk dan ngobrol kecil bersama org2 terkasih.
obrolan santai tapi penuh makna.
air hujan jatuh butir demi butir bak berlian dari hamparan langit luas
melewati bibir genting
membias
menciprati lantai
dan akhirnya membentuk lukisan abstrak
yang ku rasa indah luar biasa

kamil.s

TANPA JUDUL

0 komentar
Aku.
Mataku pelototi goresan di tepi kertas suci...
Memahami setiap isi bait yang ku gores...
ha...ha...ha...
Ternyata tak bisa ku mengerti..
Hanya bisa terus melihat dan membaca nya..

Aku....
Aku memang jalang dan tak berharga diri..
Yang selalu menghinakan diri mengurusi mereka
Yang tak pernah berubah...
Mulut-mulut mereka terus berceloteh
Celoteh kemunafikan...

Aku...
Aku memang jalang dan tak punya harga diri
Yang selalu mengusik diri dengan api..
Menimba api dengan sayatan mimpi..
Aku tercoreng ke lembah ini...

Aneh ....
Aku...
Terus mendaki dan menapaki mimpi itu...

Dan aku...
Aku terlihat menjadi inti diri...
Menjadi rapi di hari yang sunyi..
Dan aku menjadi sunyi di setiap hari..
Karena api ku padam di tiup sunyi...

Kamil.S

MASIH DENGAN SIRNA

0 komentar
Pernah terbayang di alam khayalan
Dan masih bersama imajinasi yang berpetualang

Hahaha...
angan-angan
ingin mencuri bidadari dari kayangan
ingin pergi terbang melayang
bersama bintang dan rembulan

hahaha...
namun, apa daya kini angan
namun, apa daya kini khayal
namun, apa daya kini imajinasi
hilang, nyata dan tak terkata
hanya mampu menggumam

S I R N A

0 komentar
Pernah melintas dalam benakku
Ingin mengenal bait dalam sajak
Ingin memetik kata-kata bijak
dari sajak yang tergeletak
Ingin memetik kata-kata bijak
dari sajak yang terbujur kaku
Ingin memetik kata-kata bijak
dari sajak yang meliuk indah
di kertas yang fitrah
namun, kertas terbakar api
menyala, hangus dan
hilang.


Kamil.s

AWAL HARI

0 komentar
Warna jingga di awal hari, biaskan cahyanya
dari sela-sela rimbun pepohonan
indah dedauan yang meliuk indah bersama ranting
nyiur di tepi pantai
jua melambai dan meliuk indah bak penari balet
diiringi melodi indah kicau walet
Cahaya jingga
Terpantul air laut dan desiran ombak yang tak henti berjoget
Terpantul ke arah mataku
Bersama desir angin yang membelai lembut itu
Mengisahkan sebuah cerita baru

kamil.s

Kamis, 22 November 2012

PERNAHKAH ENGKAU TAHU BAHWA KAU ADALAH PAHLAWANKU ?

0 komentar

Tulisan ini Untuk Seorang Pahlawan Terbaik dan Terhebat Dalam Hidup Saya. Iya, Dia adalah AYAHKU.
Kamis siang saya lagi menunggu adik-adik saya yang hebat, untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kegiatan pelatihan desain media oleh Forum Mahasiswa PKIP FKM Unhas. Saya menunggu di tempat di mana sering kuhabiskan waktuku akhir-akhir ini ketika sayaberada di kampus. Tiba-tiba datang seorang Rafiqah (biasa sayapanggil ade’ Fiqah), membawa dan melaporkan apa yang menjadi tugasnya. Iya, ada beberapa perbaikan dari apa yang menjadi tugasnya tersebut. Anehnya dia datang tidak bersama teman-temannya. Dia datang dengan membawa 3 dari sekian banyak buku koleksinya. Sejenak saya memandangi buku-buku itu, mata saya tertuju pada salah satu buku yang berlatar warna biru langit. Tertuju ke sana karena warna kesukaan saya adalah warna itu. Judul bukunya tak terlalu jelas tulisannya (sudah kabur). Kuhampiri dan sayaambil. Ternyata judulnya ‘The Power of Attitude’ yang ditulis oleh Mac Anderson seorang pendiri successories. Kata yang kemudian muncul dalam hati saya‘wow’. Dengan senyum saya bilang ke Fiqah, Ade’ bukunya saya pinjam yaa. Ok kakak, Jawabnya.
Setiba di rumah, saya istrahat dan melakukan aktifitas seperti biasa. Sekitar pukul 20.38 saya mulai membuka halaman pertama. Hasrat yang kemudian muncul adalah keinginan terus untuk membaca melanjutkan ke halaman-halaman berikutnya. Tapi, apadaya mata tak lagi menoleransi keinginan diriku untuk melanjutkan bacaan. Berhenti di halaman 13. Sampai pukul 23.13 saya terbangun kembali dan melanjutkan bacaan. Anda tahu, buku ini sangat luar biasa, dan saya patut berterimakasih pada ade’ Fiqah.
Saya terpacu untuk menulis saat bacaanku sampai pada halaman 96. Di sana ada satu kalimat yang mengigatkannku pada jasa seseorang pada diriku, yang saya sebut-sebut pahlawan terbaik dan terhebat di duniaku. Seperti ini kalimatnya : …pernahkah kau tahu bahwa kau adalah pahlawanku ?...melihat kalimat ini saya berhenti membaca dan kemudian mengambil laptop kemudian menuliskan apa yang ada di kepala saya tentang kisah seorang pahlawan ketika saya di sampingnya ataupun ketika kami berjauhan.
Di teras rumah, tempatku biasa menghilangkan penak di pikiran saya mulai menulis. Kala itu udara sangat dingin hingga menembus tulang-belulang bahkan sampai menghujam jantung. Malam sangat indah, seolah melukiskan kisah indah bersama sang pahlawan sejatiku.
SERIBU BULAN SATU NAMA, dia adalah Muskamil. Dia adalah ayah saya yang sangat hebat, Dia adalah guru saya, dia adalah sahabat saya, dia adalah pahlawan saya dan dia adalah segalanya buat saya.
Ayahku Hebat
Iya, masih ku ingat kala hidup telah memilih dan membawa saya ke dunia ini. Melalui Rahim seorang ibu yang sangat mulia. Kala itu ayahku mengumandangkan adzan di telinga kananku yang juga biasa dilakukan oleh ayah-ayah yang lain. Itulah mungkin hal pertama yang beliau lakukan terhadapku di dunia ini.
Iya, banyak hal yang kemudian tidak bisa saya hitung betapa banyaknya yang dilakukan beliau terhadapku. Ibuku pernah bercerita padaku, kala usia saya menginjak mingguan ayahku selalu menimangku, “menggendongku” membawa saya keluar rumah, memberi makanan untuk kesehatanku dengan memaparkan sinar mentari pada diriku. Ketika saya menangis beliau merangkulku, beliau merangkulku dengan pelukan hangatnya. Beliau menuntunku saat saya merangkak hingga saya dewasa seperti sekarang. Beliau selalu mengajarkan etika dan budi pekerti kepada anak-anaknya. Bukan hanya itu, beliau juga selalu mengajakku jalan-jalan menikmati indahnya panorama alam, menikmati indahnya pagi. Indahnya awal hari ketika cahaya jingga dibalut kuning emas muncul di ufuk timur, itulah kebenderangan yang selalu mewarnai hidupku ketika bersama dengan beliau.
Masih kuingat, kala itu saya berada di usia 4 tahun. Setiap awal hari ayahku membangunkanku, untuk menikmati indahnya senyuman sang mentari. Setiap pagi beliau selalu mengajakku mandi embun yang ada pada helai dedaunan hijau di kebun singkong. Dari rumah ke kebun itu saya digendong penuh dengan kasih dan sayang. Melewati hutan mente di kampong halamanku tercinta. Di hutan mente terdengar suara nyanyian burung yang bersahut-sahutan di padi hari. Indah rasanya. Ingin kuulangi, tapi apa daya satu sungai tidak mungkin dilewati dua kali begitu pula dengan masa lalu.
Ayahku juga Guruku.
Ketiaka saya berusia 7 tahun dan mulai mengenal dunia pendidikan. Saya bersekolah seperti halnya anak-anak yang lain teman sebayaku. Yang bisa kuceritakan di usia ini adalah di saat saya belajar mengeja sebuah kata dan kemudian membacanya. Sederhananya adalah belajar membaca. Beliau penyayang tapi berkarakter keras dan sangat dingin. Hampir setiap malam air mata keluar akibat pelajaran dari seorang ayah. Iya, kupikir ini adalah pelajaran paling susah buatku. Bagaimana tidak, beliau selalu berteriak, membentakku, dan memukul jari-jariku ketika saya salah dalam mengeja setiap kata. Iya, ayahku sangat keras untuk kehebatan anak-anaknya.
Anda tahu, apa pesan ayah di malam terakhir mengajariku membaca? Ini pesannya : ‘berusahalah, bertahanlah nak, kamu pasti bisa’. Keesokan harinya kala itu sayaberada di ujung hari cahaya jingga yang memerah tampak di ufuk barat seolah mentari akan menghujamkan dirinya di perut bumi. Saya duduk di atas tumpukkan balok kayu memegang sebuah buku bacaan untuk anak SD kelas 1 menikmati indahnya sore dengan terpaan angin yang sangat lembut. Yang ada di kepalsayamemikirkan apa yang dikatan ayahku tadi malam. Dalam hati berkata, yaa ALLAH biarkan saya bisa membaca. Kemudian perlahan saya membuka buku tersebut kemudian membacanya. Alhamdulillah saya bisa membaca, ini adalah mukzizat dari ALLAH. Itulah awal mulanya saya bisa mengeja dan membaca.
Di wajah beliau tampak senyuman indah, yang menggambarkan bahwa dia bahagia akan anaknya yang sudah bisa membaca.
Pesan untuk seorang anak yang berpetualang mencari ilmu
Ketika saya tamat SMP, yang ada di kepala saya, saya harus sekolah di Kota. Kala itu suasana menjadi kelabu, ibuku menangis mendengar anaknya yang masih berusia 13 tahun akan meninggalkannya untuk mengadu nasib di Kota mencari ilmu. Ayahku tersenyum sambil berkata teruslah berjalan nak. Dan itu adalah sebuah keinginan yang sangat mulia. Ayah siap menyekolahkanmu sampai kapan pun selama ayah masih mampu membiayai kamu. Pergilah.
Seminggu kemudian saya pamit kepada kedua orang tua saya yang selalu sayakasihi, yang karena keduanya saya rela kehilangan nyawa. Pesan dari ayahku pergilah nak, baik-baik di sana. Sekolah dengan baik, belajar dengan baik. Tapi ada satu pesan lagi yang selalu melakat di kepala saya sampai kekarang bahkan mungkin sampai jantung tak lagi berdetak bersama tiang pasak. Ini pesannya “berbuatbaiklah kepada sesama, perlakukanlah mereka sebagaimana engkau ingin diperlakukan oleh mereka. Mulailah dengan ikhlah, jujurlah pada sesama juga pada dirimu. Kesuksesan akan selalu menghampirimu”. Pesan yang sangat luar biasa menurutku.
Banyak kisah dan cerita antara sayadan pahlawanku (ayahku), yang mungkin tak habis dan tak berujung untuk diceritakan.
Yang pada akhirnya saya bilang Beliau sangat hebat.
Hebat tak ada tara dan tandingannya saya rasa. Seorang ayah telah mengajarkan kepadsayabagaimana kemudian menyikapi kerasnya kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Mengajarkan kepada saya bagaimana menjalani hidup dan kehidupan yang seolah tak perhah terpisahkan dengan onak dan duri yang selalu menghalangi jalan setiap manusia. Iya, beliau mengajarkanku bagaimana bertahan pada satu titik di kehidupan ini, bertahan pada satu titik untuk tidak menjauh dan mengasingkan diri dari berbagai problematika kehidupan. Beliau sangat hebat.

Ini untuk seorang pahlawan

SayaCinta Ayah

Telah Rapuh tulang-tulangmu
yang dahulu kau gunakan
untuk memberikan kami sesuap nasi
untuk menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarga

Kini… kau berdaya lagi melakukan semuanya
kini… kau hanya mampu memberikan kami nasehat
kini… kau hanya mampu mengucapkan doa yang tulus untuk kami
untuk anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
semua yang kau lakukan untuk hidup kami
semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayang mu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun kadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Kadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Kini, kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikanmu…

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayangmu
Izinkanlah kami untuk membahagiakanmu

Meskipun kami sadar
itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
dan kami sadar, nyawapun takkan mampu membalas semuanya…

Terima kasih ayah…
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
kini kami mampu menapaki hidup dengan doa dan kasih sayangmu…

Ayah…
Pernahkah engkau berpikir bahwa kau adalah pahlawan kami ?

SALAM TERANG
SYAHRIN KAMIL

Lorem ipsum dolor

Visitor

Content

Featured Posts

Pengunjung

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Search This Blog

Popular posts

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com