KIPTIAH: Segores Kerut Diwajah Ibu: Waktu kini terasa cepat beranjak Meski melewatinya melebihi putaran roda Ibu, kau melahirkanku dengan berjuta rasa Yang kini kutahu sang...
Jumat, 16 November 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lorem ipsum dolor
Visitor
Content
Histats
Featured Posts
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
Search This Blog
Popular posts
-
Puisi ini akan menjadi puisi idaman saya hingga aku tiada 'Syahrin Kamil' Karya ARIEL N O A H Jika saya bercerita sekara...
-
Bagiku dunia hari ini begitu tak berarti Tak berjalan cepat seolah tak peduli Lambat laun aku bertahan dengan hari ini Hari yang takk...
-
Maka lebih baik aku mengunci rapat mulut ini dan tanpak seolah manusia bodoh dari pada membual dari pada berceloteh yang tampak megah denga...
-
Korek Api ku Kurang lebih 3 tahun sudah beralu aku berada di kota ini, kota perantauan aku sebut. Tiga tahun pastinya bukan waktu...
-
"Harap Tak Menyapa" Awal hari dan akhir hari Bahkan lelap dalam dekap malam buta Hati, mulut bahkan segenap diri Sujud dalam...
-
Semalam aku bagai tak bernyawa Bagai seonggok mayat hidup Tergeletak dan terbujur kaku Tapi jiwa terus bergejolak Aku diberi sebuah pilihan...
-
Detik melantun dalam irama lara Saat dimana kuharus menuntaskan asa padaya Ketika tersibak kisah ini pada hamparan lain Yang sebelumn...
-
kenalkah kalian pada dara itu yang wajahnya tampak manis pula suaranya merdu ke dia mana pergi, rembulan kan menari hadirnya dia, lengang p...
-
Apa kau tahu ? Bahwa aku benar menyukaimu Bahwa aku benar butuhmu Apa kau tahu ? Bahwa aku tak peduli Apa kamu seorang dara Atau seo...
-
"untuk perempuanku" padamu camar yang menyayangi hitam, putih dan birunya langit padamu pula angin yang selalu setia membela...



2 komentar:
kenapa nda selesai?
Rafiqah saja yang lengkapi :)
lengkap ji itu dek.
ada saya kutip tapi lupa di masukkan sumbernya.
klik saja tulisan abu2 : KIPTIAH: Segores Kerut Diwajah Ibu
Posting Komentar