Sabtu, 23 Maret 2013

Suara Hati


Hari ini aku bersimpuh pada DIA yang maha kuasa. Bersimpuh memohon segala apa yang belum aku dapati. Sesekali air mata jatuh sebutir demi sebutir membasahi pipi yang tak lagi berisi aku rasa. Di atas sajadahku tampak lukisan-lukisan yang tak begitu jelas, abstrak pula tidak. Lukisan bekas air mata yang akhirnya jatuh tak terhenti.

Pikiran terus menggelora hingga tak menoleransi tubuh yang ingin segera direbahkan. Iya, dia (pikiranku) terlalu superior dari diriku untuk aku kalahkan. 
Aku ingin berteriak, tapi tak sanggup karena diam kan terusik suara aumanku.
Karena diam kuhargai maka di sana aku bertahan pada diam itu. Ingin rasanya berbagi dengan kalian sahabat. Apakah kau mau mendengarku ? Apakah kau mau mendengar semuanya. Sahabat, apa aku kau lihat begitu kuat selama ini ?. Kau akan menjawab iya kan ?.
Tuhan aku terlalu capek berpura-pura kuat.Tuhan aku terlalu capek mengumbar senyum di balik dukaTuhan, tapi aku tak mau lemah Tuhan, tapi aku tak ingin berduka
Hari ini tak ada teman cerita. Kalaupun ada tak ada waktu untuk curhat. Maka hari ini aku menangis sendiri, aku menangisi yang pantas aku tangisi, maka aku berhak, maka aku pantas untuk menangis. Maka hari ini aku tuliskan semuanya. 

Aku mungkin tampak bodoh, karena aku telah membuka apa yang ada pada diriku. Karena aku telah menelanjangi diriku. Tapi, disisi lain aku hebat, karena akhirnya aku mendapati waktu di mana aku bebas, melepas otak dari belenggu, melepas jari dari kekakuan yang dulu tak bisa menari menemani pena-penaku. Hingga pada hari ini aku bisa merasa, aku bisa berbicara, aku bisa menulis dengan bebas.

Sebenarnya !
Saat inipun, aku masih belajar menata jejak untuk melangkah dan berjalan
Saat ini pun, aku masih belajar meluruskan lidah, aku masih mengeja huruf, untuk aku karya dalam sebuah kata.
Saat inipun aku masih belajar mengatur lidah itu untuk berucap.
Maka hari esok aku hebat, karena aku bisa berjalan dengan benar.
Maka hari esok aku hebat, karena aku bisa berucap dengan benar. 

Ini Aku
Yang mereka tahu, aku adalah seorang yang tak pernah ada masalah dengan hidup. Yang mereka tahu aku adalah seorang lelaki yang selalu tersenyum dan tertawa. 
Maka aku bilang, mereka tahu aku tapi mereka tak mengenal aku dan tak pernah mengenal aku.

Aku seorang yang pandai beracting, menutupi segala masalah yang begitu bertumpuk hingga tak lagi aku kalian kira. Maka aku merasa bahwa aku adalah seorang aktor, tapi mereka tidak tahu. Aku berpikir hidup adalah drama, maka salahkah ketika aku bersandiwara ?. Bersandiwara tentang baik, jua menutupi hal baik.
Maka aku bilang : "akulah pemeran protagonis itu" bukan mereka.
Tapi, aku lelah menjadi bukan Syahrin. tapi aku harus kuat. aku ingin curhat, tapi pada siapa? maukah kau menemaniku? semoga iya. 
Masalahku sederhana tapi kompleks.

Tentang hati
Salah satu hal yang tidak bisa aku, kau dan mereka atur adalah takdir. Semoga tidak salah. Tapi, bagaimana dengan perasaanmu? apa kau bisa kendalikan itu?. Perasaan adalah sesuatu hal yang sangat misterius. Tak bisa kau, aku, pula mereka menebak apalagi kau kira.    Jadi, apa tanggapanmu ?

Tentang hati tentang perasaan.

...................................

Nanti kita lanjut. capek ma curhat

0 komentar:

Posting Komentar

Lorem ipsum dolor

Visitor

Content

Featured Posts

Pengunjung

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Search This Blog

Popular posts

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com