Kamis, 21 Februari 2013

LORONG HITAM



Lorong-lorong hitam itu
Tumbuh di kepalaku
Dan lorong gelap itu
Tercipta di busung terdepanku

Lembab dalam hening malam 
memucat, sunyi, sepi, senyap
Memerah pada bibir kelu 
penuh luka berdarah

Entah kapan mulai aku
terbata mengeja bebait do’a
Aku terlahir dari setetes zat hina dan sebercak noda
Berujar muak akan lelahnya menyapa dosa

Semalam jiwa bergumul
dalam telanjangnya topeng diri
Seperti apa kelak ku asuh
rumah-rumah tak berpintu itu?

Lorong-lorong hitam mengusung takdir
Kususurinya dalam diam membuncah
Lenguhkah yang membuatku berani menamai hidup
Ataukah takdir tertulis yang hendak ku bentak?

Aku hanya setitik cahaya,
Hidup dari rindu-rindu semalam tanpa nama
Bermimpi dari sebait rayuan,
lalu dihantam nyata

Tak ada arah untuk nista
Tak ada arah untuk dusta
pada raut muka, selain percaya...
inilah hidup yang dipilihkannya

KAMIL.S

0 komentar:

Posting Komentar

Lorem ipsum dolor

Content

Featured Posts

Pengunjung

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Search This Blog

Popular posts

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com