Rabu, 24 April 2013

0 komentar
Mengingatkan seseorang untuk kebaikan adalah kebaikan yang membaikkan. Lakukanlah segera
#satusubuh 

Sebuah Metamorfosa

0 komentar

Minggu, 21 April 2013

Kita Masih di Sini

0 komentar

Kita masih di sini
Kita tetap di sini
Biarkan semua untuk saling memahami
Masih tetap di sini
Lepaskan keluh pada hati yang riang (berbagi)
Kita masih di sini
Kita masih cerita, berbagi
Senyum dan tertawa bersama
Mencipta romantika dalam paduan kasih
Dan jika tak lagi di sini
Biarkan masing-masing menunggu
Biarkan masing-masing berharap
Hingga kisah terus tercipta walau bukan di sini
KOREK API

Bintang

0 komentar

Lihat ke cakrawala luas
Semua awan berakan terus berganti arah
Ku dapati satu bintang
Sedang bermain awan
Masih kulihat bintang tetap di sana
Bersinar terang penuh harapan
Wajah dan binar matanya menenangkanku
Terus ku dekati, harap temani gelap malamku

DIA Dalam Sebait

0 komentar

Dia tetap tersenyum tenang
Walau hatinya iris terluka
Dia tetap menyapa teduh
Walau hatinya menangis
Dia adalah sebuah cerita
Yang tertulis dalam hati dan pikir selamanya

Romantisme Hujan

0 komentar

Wahai hangat Mendekatlah sebentar…
Hujan telah memenjarakan rasa dalam gigil
Pun angin meronakan puitika atas tiap tetesnya
Bersenggama dengan bumi
Taut tanganmu adalah hangat
tatap di pelupuk matamu adalah kelambu nyaman dalam imajinasi
Beradu dalam jejasjejas lebam
Retaknya nampan kaca di sudut siulan angin
Hujan menghapus hilangkan warnawarni
Merah menjadi palsu
Hitam menjadi legam
Putihpun menjadi sejadinya hilang
Lalu siapa yang menghantam matahari hingga bersembunyi kecut di balik
awan menghitam yang murka
tidak lagi indah kah…??
Mari mendekat kekasihku
Jangan hilangkan tahtamu daripada ku
Jika hidupnya cinta adalah kau
Maka hujan esok hari tak lagi kunanti
Ketika esok kau tak lagi di sini…

Beginilah

0 komentar

Jika aku tak tertawa,
Lalu di mana hati
Dan jika aku tak menyesak
Di mana pula hati
Maka, aku adakan apa yang kurasa
Agar kau tahu di arah mana aku
Agar kau tak hanya menerka
Agar kau tak salah
Agar kau tak tertipu

Seperti kataku

0 komentar

Kita tetap berjalan pada satu jalan

Berbagi alur
Aku berada di alur kanan
Sedang kau berada di alur kiri
Sesekali jemariku dan jemarimu
Menunggal hapuskan sepi perjalanan

Seperti kataku

Kita telah menemukan satu makna
Dan mereka tak perlu tahu

Seperti kataku

Jalan kita, bukan jalan mereka ! 

Renjana

0 komentar

Kisah akan melewati ribuan waktu
Di atas pucuk yang lembab hingga kering
Pendakian itu tak pernah sunyi
Aku tak pernah gamang 
Batin tak pernah getir
Karena rasa begitu padat
KOREK API

Frustasi

0 komentar

Di satu sudut aku termangu
Menanti satu abjad melodi
Kupukul rata emosi hingga otak terintimidasi
DuniaDalamKepala tak lagi stabil
Pena seakan lumpuh tak sanggup berdiri
Apalagi melangkah dan menari.
Kertas seolah mati suri lelah menanti

DuniaDalamKepala Bergejolak
Mata terpejam sebelum hitam
Otak berhenti sebelum putih menjadi legam
Masih kupaksa, namun kudapat
Hanya kristal dari retina
Korek Api

Kaulah Dia

0 komentar

Kaulah dia
Aku mau dia, maka kau dengarkanlah
Bahwa, yang dia aku cari adalah kau

Kaulah Dia ?
Bukan ragu kau adalah dia
Tapi, dia kah kau?

Haha… iya kaulah dia
Aku butuh adalah kau
karena kaulah dia
Kau mau aku bukan?

HITAM

0 komentar

Malam ini tak begitu berwarna
Hanya gelap itu
Menyelimuti raga dingin
Cahaya bulan hanya sekedar temaram

Dan hitam bak perisai
Selimuti hati yang gundah gulana

Hitam
Dengarkanlah!
Mungkinkah aku padamu?


Hitam
Tawaku terbungkam diam
Asaku terbunuh sepi. Barangkali

_Korek Api

Jumat, 19 April 2013

Pagi Berpeluk Dingin

0 komentar
Seperti Biasa, Lepas Malam adalah Pagi.
Malam berpeluk dingin, telah pamit dan pergi dihempaskan cahaya mentari.
Jejak sajak hujan  malam, masih saja tampak dengan lukisan-lukisan abstrak di atas keramik putih. Dekapan itu masih belum enyah dari jiwaku dingin. Barangkali mereka juga. Yang mungkin masih merangkak di antara kasur dan selimut. Mungkin saja !

Terang dan mentari di pagi ini tak jua hangatkan jiwa-jiwa beku. Memang keramaian dingin perlahan sunyi. Tapi, gigil masih terasa dalam peraduan gigi.

Dengarkanlah !
Mentari dan reruas kulit menggenaplah ciptakan hangat, lirih.

Bintang malam di lazuardi telah tiada diganti mentari. Malam pun hilang diganti pagi terbitkan mimpi. Lalu kenapa dingin masih menyeruak ?. Kami tak kuasa lepaskan pelukan itu. Maka kami nikmati. Mungkin sampai siang mendepak.

Pagi masih saja menikmati kencannya dengan dingin. Nikmatilah !

#KorekApiPadam

Semusim ?

0 komentar

Semusim ?
Ha ha ha
Terlalu singkat
April
Seperti romansa abadi (dalam hidup)
Janji mentari pada bumi
dan
Kemesraan bulan
Pada malam pekat
Setianya dingin
Pada hujan

Semusim ?
Tak akan pernah cukup
Sebab bintang
Tak akan pernah mampu meninggalkan lazuardi
Semusim?
Aku ingin selamanya

Malam Terbunuh ?

0 komentar

Pekat malam berpeluk dingin
Tak berwarna
Hitam dan gelap
Hening tak bersuara

Mungkin malam telah mati terbunuh
Tertikam dan berlumur darah kental
Membeku !

Diam membungkam
Hingga tak lagi mengejek

Tapi, terbunuh pun dia akan singgah lagi esok hari
Lagi, lagi dan lagi
Dengan seringai sinisnya
Hingga tawa binalnya

Malam ini pun sama

Senin, 08 April 2013

Sampul Buku

2 komentar

Jumat, 05 April 2013

Hal itu adalah

0 komentar

"Hal itu" adalah ... ?
mengerti ketika kamu berkata "aku lupa"
mengerti, ketika kamu berkata "aka lagi bekerja"
menunggu selamanya ketika kamu berkata 
"tunggu sebentar"

tetap tinggal ketika kamu berkata "tinggalkan aku sendiri"
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata "bolehkah saya masuk ?"

bertanya sebelum kamu mengeluh sakit

"hal itu" juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan dan menasehatinya.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,

bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

"Hal itu" yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Maka aku bilang,
Hal itu adalah CINTA

Lihatlah Aku Mengartikan Perbedaan Itu

0 komentar
"Tulisan ini bukan tentang puisi, bukan tentang pantun, bukan tentang syair, bukan tentang lagu, tapi tentang aku kamu (yang menyatu dalam perbedaan)"

----------------------------------------------
lihatlah aku mengartikan perbedaan itu
----------------------------------------------

cakrawala dan bumi begitu berbeda
tapi, cakrawala berabad-abad menghangatkan bumi
menghidupkan setiap hembusan nafas makhluk

panasnya hari dan teduhnya malam
panasnya hari dan pekatnya malam
sangat berbeda !
tapi, itulah keseimbangan hakiki

panasnya hari mengoyak jiwa-jiwa makhluk tuhan
panasnya hari membakar kulit bak terbakar arang
pun, malam menjemput mengobati luka jiwa-jiwa terkoyak
pun, teduh malam melembabkan kulit terbakar 

sederhana, perbedaan itu indah!

tentang sama
tak perlu resah,
tak perlu gelisah,
dengan perbedaan,
karena perbedaan itu indah
perbedaan itu membuat aku kamu dalam satu
satu dekapan rasa sempurna, abadi dalam hidup
satu dekapan kata sempurna, yang abadi dalam hidup
adalah CINTA

Lihatlah aku mengartikan perbedaan itu.
Inilah CINTA, arti perbedaan itu

EULOGI Dalam Dua Bait

0 komentar
hanya dua bait suara dalam puisi
ku suarakan untuk merpati putih jauh
berjarak langkah cahaya mentari
berjarak bisikan angin yang lirih

di ufuk menanti, hati untuk hatinya
untuk dirinya yang hebat
hingga senja masih menantinya
menanti dirinya yang hebat

Menjelajah Rasa

0 komentar
lagi untuk DIA (D-ARA)

satu waktu, yang tertinggal
melepuh jadi satu kenangan
jejak-jejak itu menunggal
di bawah debu jalanan

satu cerita
tentang jelajah rasa
masih aku kenali riaknya
masih aku arungi gelombang ombaknya

tapi, aku tak bisa 
tuk rangkai bayangan nyata (kata)
hanya bisa
nikmati gemuruh deburnya

tetap, di sana
ku selami ke dalamannya
ah, ternyata yang ada
hanya satu, hanya namanya

Minggu, 31 Maret 2013

C.I.N.T.A

0 komentar
Assalamu'alaikum...

Hari ini aku akan menulis tentang CINTA. Hahaha, Syahrin menulis tentang cinta ? Okelah bukan masalah. Sahabat, tulisan-tulisan aku sebelumnya tidak ada tentang CINTA. Tapi, perlu kau tahu hari ini aku akan menulis tentang CINTA, karena dia (D'ARA'ku) perempuanku.

Inilah yang aku sebut dengan CINTA.

Cinta dan Pesona Jiwa Raga
Awalnya adalah raga. Seterusnya adalah budi. Raga menantikan pandanganmu. Jiwa membangun simpatimu. Badan mengeluarkan gelombang magnetiknya. Jiwa meniupkan kebajikannya.

Begitulah cinta tersurat di langit kebenaran. Bahwa karena cinta jiwa harus selalu berujung dengan sentuhan fisik, maka ia berdiri dalam tarikan dua pesona itu: jiwa dan raga.


Cinta tak bisa aku, kau,mereka dan kalian defenisikan. Karena cinta abstrak, tapi bisa dirasakan dengan hebat.

Cinta bagaikan bongkahan-bongkahan ombak di samudera, aku rasa.
Cinta bagaikan torpedo.
Cinta bagaikan suhu di kutub.
Cinta bagaikan pelukan angin di malam hari.

Kesemuanya, jika datang padamu tidak bisa kau elakan, bukan ? Aku bilang Iya, Benar. 

Hari ini aku rasakan itu, mencintai anak satu anak manusia yang sudah ditulis dalam surat kebenaran langit Tuhan. Gelombang-gelombang itu datang menghujam jiwa dan ragaku. Iya tak bisa kuelakkan. Dan aku menikmati hal itu. Berdo'a tetap seperti ini. Amin..

Acap kali bermohon pada cinta pertamaku (ALLAH SWT). Jangan Dia (Perempuanku) Kau gantikan dengan yang lain ! Hingga matahari dan senja tak bisa aku nikmati. Tuhan tolong pertemukan aku dengan Dia di kelahiran selanjutnya. Pintaku pada-NYA.

Cinta adalah memberi, bukan menerima. Jika kau mencinta maka kau siap memberi.
Cinta itu suci, agung, sopan, nikmat, beretika, jika tidak maka aku bilang itu adalah NAFSU syaitan.

Cinta adalah keagungan Tuhan.
Cinta adalah kamu 

Syahrin Kamil
Minggu Senja, 31/03/13 

Jumat, 29 Maret 2013

0 komentar
kata bijak pagi ini, sabtu, 30/03/13

"mencintai adalah tentang pemujaan, jadi mana mungkin seorang pencinta menyakiti sesuatu yang semestinya dia puja"

Syahrin Kamil

Tikus Berdasi

0 komentar

Apa pikir kau
Hingga kau berlaku seperti itu ?
Jahannam !

Apa kau gila
Apa kau tolol
Kau susuri lorong-lorong itu
Untuk kau gapai 
Ingin perut bucitmu

Apa kau sadar
Perutmu buncit
Karena uang kami
Jahannam !

Kau tikus bermulut besar
Negara tidak butuh
Mulut rakusmu

Negara butuh mereka
Berjiwa besar
Negara butuh mereka
Yang empati padanya

Enyahlah kau dari sana 
Jahannam !
Tempatmu bukan di sana
Kau layak berada di balik
Jeruji itu

Tetapi

0 komentar


Aku terbujur
Di satu sudut yang pengap
Hanya kecoak yang menemaniku
Perlahan mendekatiku
Kemudian berbisik
Dia katakan sesuatu padaku
Orang memandang kita hina
Orang memandang kita lemah
Orang mengira kita tak pernah memaklumi dunia
Hingga kita terbujur di sudut ini

Tetapi

Bisakah kita katakan
Bahwa mereka bijaksan
Sedang mereka tak lebih baik dari kita

Bisakah kita katakan 
Bahwa mereka kuat
Sedang mereka tak sekuat kita

Tetapi
Bisakah kita memaklumi dunia
Yang penuh dengan kemuakan
Yang seharusnya tak perlu kita maklumi

Akankah mereka sadar
Bahwa dengan kemakluman itu
Membuat mereka merasa lebih superior

Biarkan mereka menilai kita
karena kita adalah kita

Makassar, 2013

Kamis, 28 Maret 2013

Berjanjilah

0 komentar

Bila ragaku adalah ragamu
Bila hari esok terus menanti
Adakah ruang dan waktu untuk aku kau sapa
Hingga merasakan apa yang jiwaku rasa

Bila hari esok adalah awal
Adakah harapan jiwamu menunggal dengan jiwaku
Bila hari esok adalah akhir
Masihkah senyuman kau beri untukku selalu untukku

Bila awal hari esok masih aku dapati
Mungkinkah kan menerangi sisi gelap jiwaku untuk jiwamu
Bila senja di akhir hari masih aku dapati
Akankah kau menemaniku di bawah cakrawala itu

BERJANJILAH

Bila janji terus kau genggam
Pastikan cahaya jiwamu takkan redup untuk jiwaku
Dan terus bersinar…

BERJANJILAH

Bila janji terus kau genggam
Pastikan cahaya hatimu takkan redup
Bila hati terus terjaga
Pastikan keajaiban menanti di hadapan kita

 Healthy Radio, 2013

Rabu, 27 Maret 2013

KOREK API

0 komentar
Korek Apiku 


Kurang lebih 3 tahun sudah beralu aku berada di kota ini, kota perantauan aku sebut. Tiga tahun pastinya bukan waktu yang lama sebentar juga bukan. Banyak hal yang terjadi, salah satunya adalah pergolakan hidup akan pencarian jati diri seorang aku. 

Di kota perantauan aku berpetualang menapaki jejak-jejak kehidupan yang sedetik lagi bahkan tidak cukup akan berakhir. Petualangan yang tak semulus seperti khalyalku hari kemarin. Onak dan duri jua berlalu bersama waktu yang berlalu.

.........................................................

Singkat cerita
Terus mencari dan bertanya ''SIAPA dan UNTUK SIAPA AKU'' ?
Pertanyaan hebat aku rasa.

Pada akhirnya pertanyaan itu terjawab. Sederhana ''KOREK API''

Satu waktu di akhir hari, aku berdiri di bawah cakrawala berhias senja yang kan menghilang sejenak saja. Di pelupuk mata tampak tumpukan sampah yang sudah mengering bak gurun pasir. Muncul sebuah ide, yang tak aku tahu dari mana. Mungkin saja dari sana "daerah entah berantah" yang takkan aku tahu kecuali pikiranku.


"apa kau tahu, sehebat apapun dirimu tak mungkin melampaui hebatnya pikirmu" Syahrin Kamil
Ide meraih kotak korek api. Perlahan aku buka kotak tersebut, kemudian aku ambil satu batang korek. Seketika aku gesek di salah satu sisi kotak tersebut. Menyala dan aku hempaskan pada tumpukkan sampah menyala dan habis.

Senja itu telah tiada enyah dari sana. Seketika malam kan mendepak, kan membuai jiwa-jiwa yang lelah di taman mimpi.

Pikir masih di sana, tentang korek api. Dalam hati aku berbisik "korek api, siapa kamu, dari mana kamu, kenapa engaku begitu hebat" ?.

Banyak suara mereka bertanya padaku. "Kenapa engaku selalu menggunakan foto profil sebatang korek api yang menyala ?" tanya mereka.

Aku ingin menjadi seperti Korek Api !

Aku ingin menjadi seorang yang menjadi tonggak perubahan, dan perubahan itu akan terus berjalan walau raga telah ditutup bumi.

Itulah Korek Api, Itulah Syahrin Kamil

 Makassar, 28/03/2013
01.24 @ Sudut Imajinasi 

Tetap Seperti Itu

0 komentar

sebuah petualangan panjang
namun kan berbatas
usai terlewati selesai maupun tertunda
hingga kini senyum itu terlihat

akumulasi detik terus berjalan
berharap harapan kan menyapa
terkadang letih namun jiwa enggan berhenti
tuk gapai harap itu

kekuatan imajinasi terus menyemangati
tanpa perduli luka menganga
coba terus berharap akan bulan

celoteh sang peremuk menyayat hati
justru membuat aku kau bangkit walau tak pasti
satu tekad kan gapai air sukacita

kini mata yang tertutup mulai menangis kagum
dan semua bibir yang bungkam seakan teriak
KEKUATAN APA YANG MENYERTAI AKU KAU

hingga akhir episode
aku kau kan melewatinya dengan semua rasa
hingga cinta di bumi pun takjub

semua akan terus seprti ini bersamamu
cerita ini akan tetap hidup
walau jantung tak lagi berdetak
bersama tiang pasak

cerita ini akan tetap hidup
hingga bumi menutup ragaku ragamu

Healthy Radio, 27/03/13

Senin, 25 Maret 2013

D A R A

0 komentar
Puisi DARA Untuk D'ARA'



Jiwamu seperti jiwaku pinta
karena jiwamu terangi sisi gelap jiwaku
jiwamu tak seperti jiwa-jiwa mereka

maka aku biarkan masa lalu menghilang 
bersama jejak di balik debu jalanan
hilang bersama waktu yang enggan 
terhenti barang sejenak

karena jiwamu
tanpa beban jiwaku meninggalkan belakang

coba berdiri sejanak di sana
hingga kau tetap bertahan di sana

DARA tetaplah begitu
tetaplah di sini, temani jiwaku
hingga hari berhentinya waktu
hingga kelahiran berikut kan tercipta

sampai jiwaku jiwamu kembali
dan menunggal di keabadian

01.17 

Jiwa yang Terjajah

0 komentar
kini jiwaku jiwa terjajah
kini hatiku hati terbelenggu
lalu jiwa & hati merasa bebas, lepas lagi terhempas
onak aku telan tanpa rasa
meski raga sobek perlahan

bak mutiara terpendam dan tenggelam
hingga terjajah dan terbelenggu
kian rapat, tertatap pun tiada
di pelupuk mata adalah sampah


binar temaram hanya mengintip 
binar mutiara yang kan terhempas 
di keremangan rahim tersisa
raga laknat menggeliat
berpacu bimbang, kian tersisih
indah surga di pelupuk mata
di antara tumpukan bisu berlian

suara mereka menjadi bising
karena kuping merasa terusik

nada penuh muak terus bersuara
nada bising kini tak lagi asing
hingga fajar kan menyingsing

remuk redam nuraniku 
jatuh bangun hatiku
senang melayang kau jiwaku 
hingga tak sadar sedang terbang
hingga jatuh kemudian terjengkang
jiwaku masih terjajah

Minggu, 24 Maret 2013

Menunggu Pagi

0 komentar
Malam ini tak begitu berwarna
Dewi malam entah ke mana
Tetes embun tampak di daun sana
Hingga peluh menusuk jiwa

Malam ini tak begiru bersuara
Hanya diam itu
Diam dalam penat malam buta
Hingga isik tampak terusik diam itu

Malam ini aku masih di sini
Bersama mata yang masih berbinar
Entah kapan kan meredup
Jiwa pun tak merasa terusik

Malam ini angan terus berlari
Hingga taman lagit dia gapai
Saat ini harusnya aku di taman mimpi
Tuk cipta mimpi, abadi dalam nyata

Malam ini aku masih di sini
Di sini menununggu pagi

Terbaik

0 komentar
Di mana tempatku berlabuh
Di situ pelabuhanku
Dermaga itu kan kujajali di bawah langit teduh
Karena di situ mauku

Diamlah kalian di seberang
Tak perlu kalian menuntunku
Ku tau ini jalanku
Jalanku jalan menemukannya

Jangan kau tutup multku
Biarkan aku bicara
Bicara hatiku untuk hatinya

Ku tahu dimana kaki kan berpijak
Ku tahu kau kan memilihku

Jika kau tak memilih
Aku kan memilih
Kupilih yang terbaik juga indah
Ku kan menemani dalam peluh

Waktu kan menunggu
Menanti diriku dirinya
Hingga aku kau tak lagi bergurau
Di keabadian kita kembali bersapa

190313

0 komentar

Jadi hidup telah memilih
Dengan seleksi Tuhan
Seleksi yang tak pernah salah
Menurunkan aku kau ke bumi agungan Tuhan

Jadi hidup telah memilih
Hari malam terus berganti
Sejenak diam dalam peluh
Akhirnya aku bicara karena pahami

Kini hidup tak lagi sepi
Karena indah seperti ini
Aku tak lagi sendiri
Kau buat hidupku berarti

Jadi hidup telah memilih
Menurunkan kau ke bumi
Temaniku kala suka juga sedih
Kau buat hidupku lebih berarti

Karena hidup telah memilih
Aku hidup di seluruh hidupmu
Karena hidup telah memilih
Aku mati untuk matimu

INUL VISTA, 2013


Setia

0 komentar
Bintang-bintang & bulan
Selalu hadir menghiasi kegelapan
Malam semula buta
Temaram bahkan tampa cahaya

Akan hilang pula 
Dari langit Tuhan
Akan hilang pula
Dari cakrawala luas tak berbatas

Tapi, mereka kan kembali
Walau sejenak kan menghilang kembali

Bintang & bulan masih
Di sana memadu kasih
Janji tak berpisah mereka emban
Hingga bumi tak lagi tiada

Bintang & bulan selalu
ada di sana 
mengubah dan menata langkah awan
Mereka akan habis di sana

Hingga malam tak lagi menyapa
Hingga mereka tak terbit kembali
Hingga bumi tak bernyawa lagi
Mereka habis di sana.




Maka Lebih Baik Saya Diam

0 komentar
Puisi ini akan menjadi puisi idaman saya hingga aku tiada 
'Syahrin Kamil'

Karya ARIEL N O A H


Jika saya bercerita sekarang,
Maka itu hanya akan membuat sebagian orang memaklumi saya,
Dan sebagian lagi akan tetap menyalahkan saya,
Tetapi itu juga akan membuat mereka memaklumi dunia yang seharusnya tidak dimaklumi,
Dan tidak ada yang dapat menjamin apakah semua dapat memetik hal yang baik dari
kemakluman itu,
Atau hanya akan mengikuti keburukannya
Maka lebih baik saya diam.

Jika saya bersuara sekarang,
Maka itu akan membuat,
Saya terlihat sedikit lebih baik,
Dan beberapa lainnya terlihat lebih buruk sebenarnya,
Maka saya lebih baik diam.

Jika saya berkata sekarang,
Maka akan hanya ada caci maki,
Dari lidah ini,
Dan teriakan kasar tentang kemuakan,
Serta cemoohan hina pada keadilan,
Maka saya lebih baik diam.

Saya hanya akan berkata pada Tuhan, bersuara pada yang berhak,
Berkata pada diri sendiri,
Lalu diam kepada yang lainnya,
Lalu biarkan seleksi Tuhan,
Bekerja pada hati setiap orang.

Bareskim 2010

Lorem ipsum dolor

Visitor

Content

Featured Posts

Pengunjung

Flag Counter
Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Search This Blog

Popular posts

 

Copyright 2008 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner Converted into Blogger Template by Bloganol dot com