Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Lorem ipsum dolor
Visitor
Content
Histats
Featured Posts
Blogroll
Diberdayakan oleh Blogger.
Social Icons
Search This Blog
Popular posts
-
Tubuh mungilmu tampak lusuh Tapi api semangat membunuh luluh Langkahkan terus kakimu Iringi desah doa dan berserah Ikhtiarlah untuk id...
-
Tubuh mungilmu tampak lusuh Tapi api semangat membunuh luluh Langkahkan terus kakimu Iringi desah doa dan berserah Ikhtiarlah untuk id...
-
Puisi ini akan menjadi puisi idaman saya hingga aku tiada 'Syahrin Kamil' Karya ARIEL N O A H Jika saya bercerita sekara...
-
Ibu menangis ; Sedikit tersedu dalam sendu Dilanda rindu di musim penghujan Kudekati Aku kuyup Mereka berperang; Dipimpin senjata berlaku m...
-
"Aku Bertanya Pada CINTA tentang Arti dirinya" “Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??” CINTA menja...
-
perempuanku dan pagi yg lengang pada sisa dingin yang terserabut waktu cabar asmaradana menjejak di bias kemuning mentari kabarkan asa ...
-
Semalam aku bagai tak bernyawa Bagai seonggok mayat hidup Tergeletak dan terbujur kaku Tapi jiwa terus bergejolak Aku diberi sebuah pilihan...
-
"Harap Tak Menyapa" Awal hari dan akhir hari Bahkan lelap dalam dekap malam buta Hati, mulut bahkan segenap diri Sujud dalam...
-
Telah Rapuh tulang-tulangmu yang dahulu kau gunakan untuk memberikan kami sesuap nasi untuk menunaikan kewajibanmu sebagai kepala keluarg...
-
Alam semesta tak pernah meminta Matahari untuk menyinari dan menghidupinya. Mungkinkah kita seperti matahari, mencintai tanpa harus dimint...




2 komentar:
like this (y)
Makasih gingsul manis. :)
Posting Komentar